Membedah Pambatangan

Pambatangan merupakan sebuah pekerjaan di masa lalu yang sering dilakukan oleh masyarakat Banjar yang saat ini sudah tidak lagi kita temukan. Kayu-kayu hasil penebangan yang akan dijual biasanya akan dikumpulkan di pinggir sungai sebelum dipindahkan, pekerjaan menjaga kayu-kayu itulah yang disebut pambatangan. Pekerjaan ini telah hilang akibat kalah bersaing dengan negara lain dan adanya pekerjaan lain di wilayah Kalimantan Selatan yang lebih menjanjikan, seperti pekerjaan di sektor batu bara.

Pambatangan1Novel berjudul Pambatangan menceritakan persoalan itu yang diwakili oleh seorang tokoh bernama Maulana atau Alan. Dia adalah representasi masyarakat Banjar di masa lalu yang bekerja di bidang perkayuan dengan segala seluk-beluknya. Banyak sekali nilai-nilai budaya Banjar yang terkandung di dalamnya yang dapat dijadikan pelajaran bagi generasi muda. Novel ini menggunakan bahasa Banjar untuk menambah kekentalan budaya. Pembaca akan menemukan banyak sekali kosakata-kosakata Banjar yang tidak lagi kita dengar, bahkan oleh penutur aslinya sendiri. Pembaca dapat menyelami bagaimana suasana pekerjaan itu di masa ketika keberadaannya masih ada dengan membaca novel ini.

Penulisnya, yaitu Jamal T. Suryanata yang merupakan alumni dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra STKIP PGRI Banjarmasin mengatakan bahwa dia menulis novel ini karena tertantang untuk menghasilkan karya sastra Banjar yang berkualitas. Hingga saat ini, karya-karya sastra Banjar modern dalam bentuk novel masih sangat sedikit dan jumlahnya hanya bisa dihitung dengan jari. Penulis ingin agar khazanah sastra Banjar semakin kaya sehingga bisa diperhitungkan dalam jagat sastra di tanah air.

Pambatangan2Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Himabsi) berinisiatif menyelenggarakan acara bedah buku Pambatangan untuk merangsang para pembaca, khususnya mahasiswa agar tertarik untuk mengenal karya-karya sastra Banjar modern. Fatiah selaku ketua pelaksana bersama anggota Himabsi yang lain menyelenggarakan kegiatan ini pada tanggal 26 April 2017 di aula STKIP PGRI Banjarmasin yang dihadiri lebih dari 200 peserta. Bedah buku ini mengundang penulis novel ini sendiri, yakni Jamal T. Suryanata dan salah satu dosen PBSI STKIP PGRI Banjarmasin, yakni Hj. Endang Sulistyowati untuk melakukan analisis terhadap karya tersebut dengan dipandu oleh moderator dari pengurus Himabsi, yakni Zanatun Alba. Bedah buku ini diharapkan akan meningkatkan minat generasi muda untuk mengenal, menikmati, mengapresiasi, bahkan menghasilkan karya sastra Banjar modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *