Seminar Ilmiahantar Mahasiswa Pertama

seminar-ilmiah1Untuk pertama kalinya, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) STKIP PGRI Banjarmasin bersama Himpunan Bahasa dan Sastra Indonesia (Himabsi) mengadakan Seminar Ilmiah Antarmahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 29 Desember di Aula STKIP PGRI Banjarmasin. Seminar ini diadakan oleh mahasiswa, narasumbernya mahasiswa, dan dihadiri oleh mahasiswa, sedangkan dosen hanya bertindak sebagai pembina. Berdasarkan penuturan dari Ahmad HB, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, kegiatan ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Kegiatan ini diharapkan akan merangsang program studi lain di lingkungan STKIP PGRI Banjarmasin untuk mengadakan kegiatan yang serupa.

Kegiatan seperti ini akan mengarahkan pesertanya untuk menerapkan pola pikir ilmiah. Mahasiswa sebagai salah satu civitas akademika harus terbiasa menggunakan pola pikir itu dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Banjarmasin berusaha agar mahasiswa yang mengenyam pendidikan di dalamnya bisa menerapkan hal ini dalam kehidupan sehari-hari.

seminar-ilmiah2Seminar ini mengangkat tema “Bahasa dan Budaya sebagai Sarana dan Wahana Pengembangan Pendidikan Karakter”. Narasumber kegiatan ini ialah Zanatun Alba dan Bahjatunnor. Zanatun Alba merupakan Duta Kampus tahun 2015/2016 serta anggota aktif Himabsi. Adapun Bahjatunnor selain aktif di Himabsi juga menjabat sebagai Wakil BLM. Narasumber membahas bagaimana Bahasa dan budaya sangat berhubungan, serta bagaimana pengaruhnya dalam membentuk karakter siswa. Kegiatan ini dihadiri 89 mahasiswa dan disaksikan oleh 10 dosen PBSI STKIP PGRI Banjarmasin.

Dr. Ida Komalasari, ketua Prodi PBSI, mengatakan ada beberapa tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini. Pertama, kegiatan ini dijadikan sebagai sarana untuk melatih mahasiswa dalam melaksanakan seminar. Kedua, kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai ajang seleksi bagi prodi untuk menentukan mahasiswa yang akan dikirim untuk mengikuti seminar sastra di tingkat nasional. Ketiga, kegiatan ini dijadikan untuk menemukan nilai karakter dari mahasiswa yang hadir.  Ketua Prodi PBSI akan mengagendakan kegiatan ini setahun sekali. Oleh sebab itu, Himabsi diminta untuk menetapkan kegiatan ini pada salah satu program kerjanya.

Para dosen juga ikut mendukung kegiatan ini. Alimuddin A. Djawad selaku penggagas kegiatan ini mengatakan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini, seperti narasumber, moderator, notulen, dan panitia kegiatan akan diberikan penghargaan yang tinggi, yaitu nilai A. Beliau mengatakan bahwa prtisipasi dan kegiatan seperti ini sangat mahal karena pengalaman seperti ini tidak selalu didapatkan di ruang perkuliahan. Tentu saja nilai ini diberikan bila mahasiswa yang bersangkutan telah memenuhi syarat perkuliahan seperti daftar hadir yang lengkap, tugas yang lengkap, dan UTS maupun UAS yang diikuti. Kegiatan seminar menjadi ajang untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam empat keterampilan bahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Dengan demikian, mahasiswa PBSI akan memiliki gaung di tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *