Seminar Nasional Sastra II

Rabu, 4 Oktober 2017, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengadakan Seminar Nasional Sastra II dengan tema “Sastra Anak dan Kontribusinya dalam Pembentukan Karakter Bangsa Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Banjarmasin Internasional (HBI) yang diikuti oleh 300 lebih peserta. Acara ini juga diikuti oleh penandatanganan MoU Program Studi PBSI dengan tiga institusi, yaitu Rumah Dongeng Intan, HBI, dan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dimeriahkan oleh tarian anak yang dibina oleh Syaiful Ahmad, M.Pd. dan pembacaan dongeng oleh Entik Mintarsih dari Rumah Dongeng Intan Martapura

Narasumber yang mengisi seminar ini berjumlah tiga orang, yaitu Prof. Dr. Wahyudi, M.Pd. dari Universitas Negeri Malang, H. Dede Hidayatullah, S.Ag., M.Pd. dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, dan Noor Indah Wulandari, M.Pd. dari STKIP PGRI Banjarmasin. Di samping itu, panitia juga menerima 18 pemakalah pendamping yang berasal dari STKIP PGRI Banjarmasin, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Negeri Malang. Mereka memaparkan materinya setelah narasumber utama dalam tiga ruangan yang berbeda.

Irni Cahyani, Ketua Pelaksana kegiatan ini mengatakan tema sastra anak dipilih karena adanya rasa kegelisahan terhadap lunturnya sastra anak akibat penggunaan gadget yang sangat masif Melalui kegiatan ini, para mahasiswa diharapkan terdorong untuk melestarikan sastra anak, seperti dongeng atau tradisi lisan lain yang ada di Kalimantan Selatan dan memanfaatkannya untuk membangun karakter anak.

Abidinsyah, Ketua STKIP PGRI Banjarmasin menuturkan dalam sambutannya bahwa seminar nasional yang dilaksanakan satu tahun sekali dan seminar internal setiap semester merupakan agenda wajib yang harus dilaksanakan semua program studi yang ada di STKIP PGRI Banjarmasin. Semua itu bertujuan untuk menciptakan iklim akademis yang kondusif sekaligus menggugah para dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah. Beliau menyatakan ingin membangun program Pascasarjana di perguruan tinggi ini untuk program studi matematika dan bahasa Indonesia. Harapan ini mulai dirancang sehingga ke depannya, STKIP PGRI Banjarmasin bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *