Ujian Skripsi Gelombang I

Seminar-Hasil-1Secara resmi seminar hasil dan ujian skripsi gelombang I Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Banjarmasin telah selesai. Seminar hasil dilaksanakan selama tiga hari, yaitu tanggal 12, 13, dan 14 Juni 2017. Setelah libur lebaran, mahasiswa kembali melanjutkan dengan ujian skripsi yang juga diselenggarakan selama tiga hari, yakni tanggal 10, 11, dan 12 Juli 2017.

 

Seminar Hasil diikuti oleh 95 mahasiswa yang diselenggarakan di Aula STKIP PGRI Banjarmasin. Pada tahap ini, mahasiswa diminta untuk mempresentasikan naskah skripsinya kepada dua pembimbing dan satu penguji. Para dosen akan mengomentari dan memberikan saran-saran untuk perbaikan naskah yang ada. Bila naskah yang diajukan layak, mahasiswa dapat melanjutkannya pada sidang skripsi. Namun, bila naskah itu tidak layak, mahasiswa dengan terpaksa tidak bisa mengikuti sidang skripsi pada tahap selanjutnya.

 

Pada gelombang 1 ini, ada 9 mahasiswa yang diputuskan tidak bisa melanjutkan naskahnya untuk ujian skripsi. Penguji menemukan bahwa naskah-naskah yang diajukan tidak memenuhi persyaratan akibat tingginya tingkat plagiasi di dalamnya. Plagiasi yang ditemukan terletak pada kesamaan objek, materi, metode, bahkan pada data-data tertentu. Mereka diminta untuk memperbaiki naskahnya, bahkan bagi sebagian naskah diharuskan untuk memperbaiki kembali dari awal. Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi mahasiswa yang bersangkutan dan yang lain agar selalu menjaga naskah skripsi yang dibuatnya selalu memenuhi peryaratan ilmiah.

 

IMG-20170711-WA0010Mahasiswa yang dapat melanjutkan naskahnya menuju sidang skripsi berjumlah 84 orang. Pada tahap ini, mahasiswa akan diuji penguasaannya terhadap naskah yang telah dikerjakannya selama ini. Para penguji akan menanyakan sejumlah pertanyaan terkait persoalan-persoalan yang kurang tepat untuk melihat sejauh mana mahasiswa dapat mempertahankan analisisnya. Penilaian skripsi didasarkan pada 9 kriteria, yaitu (1) Sistematka penulisan dan pengetikan; (2) Kejelasan rumusan masalah, asumsi, dan hipotesis; (3) Pembahasan teoritis/studi kepustakaan; (4) Ketepatan menggunakan metode penelitian; (5) Penyajian dan pembahasan hasil penelitian; (6) Kesimpulan dan saran; (7) Kebermaknaan hasil penelitian; (8) Cara mempertahankan; dan (9) Bahasa.

 

Tahap-tahap ini bertujuan untuk membentuk mahasiswa agar berpikir logis, sistematis, dan ilmiah. Dengan demikian, ketika lulus mereka senantiasa menyelesaikan berbagai persoalan dengan cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan. Setelah tahap ini, mahasiswa dapat mengikuti yudisium dan wisuda sebagai bentuk kelulusan untuk mendapatkan gelar sarjana. Namun, sebelumnya mereka harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *